TEST

IMG-0360-copyJakarta – Kapolri Jenderal BHD menyatakan, pihaknya memastikan kematian Dulmatin pada pukul 10.00 WIB, Rabu (10/3/2010). Dia langsung lapor ke Presiden SBY yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Canberra.

“Alhamdulillah pukul 10.00 WIB sudah bisa ditentukan (identitasnya) dan tentunya kami lapor kepada Bapak Presiden pada saat berpidato (di Australia) dan juga pada Bapak Wapres tadi,” ujar BHD dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan.

SBY mengumumkan prestasi anak buahnya itu saat berbicara di depan anggota parlemen Australia di Canberra. Berkat pidato SBY inilah publik di Indonesia yang dipenuhi teka-teki apakah benar Dulmatin turut tewas di Pamulang, terjawab. Sebab, sebelumnya tidak ada otoritas resmi yang membenarkan bahwa Dulmatin tewas.

Kapolri menyampaikan pujiannya pada Pusdokkes Polri yang bekerja keras menyimpulkan identitas Dulmatin dkk. “Begitu terjadi kontak senjata dan ada yang meninggal, kemudian dikirim ke RS Kramatjati, Pusdokkes tidak berhenti bekerja,” ujar BHD dengan wajah berseri-seri.

Identitas Dulmatin diketahui lewat tes DNA dan tes fisik.
(ken/nrl)

Membuat form dan hasil dalam satu halaman(php)

Form dan hasil yang berbeda halaman sebenarnya ngga masalah,namun dengan dalih kesederhanaan,efisiensi dan kemudahan mengelola file-file php,akhirnya saya mencari cara untuk mewujudkannya. Dengan bantuan teman,script sederhana ini mampu mewujudkannya keinginan saya membuat form pencarian dan hasil pencarian dalam satu halaman. Berikut script php-nya,mudah2an berguna More »

Sebenernya apa sih yang kita takutin?

Pertanyaan ini muncul saat saya sedang mendengarkan khotbah Jumat.  Khotbah sang khotib yang intinya mempertanyakan seberapa jauh hijrah yang sudah kita lakukan di awal-awal tahun ini, menyerempet pada pertanyaan “siapa yang sebenarnya kita takutin?”. Dijalanan, masih menurut pak khotib,sering kita saksikan yang namanya tabrak lari, korban yang sudah terluka parah ditinggalkan tanpa belas kasihan oleh si pelaku. More »